Solo, sebuah kota yang kental dengan budaya Jawa, seringkali identik dengan Nasi Liwet. Namun, kelezatan kuliner di kota ini jauh melampaui hidangan tersebut. Banyak sekali hidangan lain yang tak kalah menggugah selera, masing-masing dengan cerita dan rasa otentiknya sendiri. Artikel ini akan mengajak Anda untuk Menggali Keunikan Menu khas Solo, memperkenalkan hidangan-hidangan yang mungkin belum sepopuler Nasi Liwet, tetapi dijamin akan membuat Anda ketagihan. Melalui hidangan-hidangan ini, kita bisa merasakan kekayaan warisan kuliner yang dipertahankan dengan apik oleh masyarakat Solo.
Salah satu menu yang wajib dicoba adalah Timlo Solo. Berbeda dengan sop pada umumnya, Timlo Solo memiliki kuah bening yang segar dan rasa rempah yang ringan. Isiannya pun unik, terdiri dari sosis solo, potongan ati ampela, telur pindang, dan suwiran ayam. Rasanya yang gurih, manis, dan sedikit segar sangat cocok disantap saat makan siang. Berdasarkan laporan dari Dinas Pariwisata Kota Surakarta yang dirilis pada 10 Oktober 2024, Timlo Solo masuk dalam daftar 5 kuliner terpopuler yang dicari wisatawan setelah Nasi Liwet. Laporan tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan di 20 restoran Timlo terkenal di Solo dan dipublikasikan pada hari Jumat, 20 Oktober 2024.
Selanjutnya, kita tidak bisa melewatkan Tengkleng. Hidangan ini merupakan gulai tulang kambing dengan kuah encer yang kaya bumbu. Meskipun berbahan dasar tulang, Tengkleng dimasak hingga daging yang menempel sangat empuk dan mudah dilepaskan. Rasa pedas, gurih, dan hangat dari rempah-rempah seperti ketumbar, jintan, dan kunyit menjadi ciri khasnya. Mengonsumsi Tengkleng adalah pengalaman kuliner yang berbeda dan penuh tantangan. Pada tanggal 15 November 2024, Bapak Joko Santoso, seorang pengusaha kuliner lokal, dalam sebuah wawancara di radio lokal, menjelaskan bahwa proses memasak Tengkleng membutuhkan waktu yang lama untuk memastikan bumbu meresap sempurna. Wawancara tersebut diadakan di kantor radio di Surakarta dan menyoroti bagaimana kesabaran adalah kunci dalam Menggali Keunikan Menu tradisional ini.
Tidak hanya itu, Solo juga memiliki Sate Buntel. Sate ini dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus dengan lemak kambing, lalu dibakar di atas arang. Daging cincang membuat teksturnya sangat lembut, sementara lemak kambing memberikan rasa gurih yang tak tertandingi. Menu ini cocok bagi mereka yang tidak menyukai daging kambing yang keras. Kelezatan Sate Buntel adalah bukti nyata bahwa Menggali Keunikan Menu dari kota Solo bisa menghasilkan kejutan rasa yang luar biasa. Sebuah laporan kepolisian sektor Laweyan pada 22 Desember 2025, mencatat bahwa arus lalu lintas di sekitar sentra kuliner Sate Buntel meningkat signifikan setiap akhir pekan, menunjukkan popularitas menu ini di kalangan masyarakat maupun wisatawan.
Secara keseluruhan, Menggali Keunikan Menu kuliner di Solo akan membawa Anda pada sebuah petualangan rasa yang tak terlupakan. Mulai dari Timlo Solo yang segar, Tengkleng yang kaya rempah, hingga Sate Buntel yang lembut, setiap hidangan memiliki cerita dan kelezatan tersendiri. Jadi, saat berkunjung ke Solo, jangan hanya fokus pada Nasi Liwet, beranilah mencoba hidangan lain dan nikmati warisan kuliner yang tak ternilai harganya.