Metode yang dikenal dengan istilah food prep ini mendadak menjadi fenomena yang sangat viral di berbagai platform media sosial. Konsepnya sederhana namun sangat berdampak: Anda meluangkan waktu sekitar dua hingga tiga jam di hari libur untuk mencuci, memotong, membumbui, dan menata bahan makanan ke dalam wadah-wadah kecil untuk konsumsi satu minggu ke depan. Dengan cara ini, saat hari kerja yang sibuk tiba, Anda hanya perlu melakukan proses memasak singkat atau sekadar memanaskan makanan tanpa harus memulai segala sesuatunya dari nol.
Keuntungan utama dari tren ini adalah kemampuannya untuk hemat waktu secara signifikan. Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang setiap pagi atau sore hari hanya untuk mengupas bawang, memotong sayuran, atau membersihkan protein seperti ayam dan ikan. Dengan melakukan persiapan secara massal di hari Minggu, Anda bisa memangkas waktu memasak harian dari satu jam menjadi hanya sepuluh hingga lima belas menit saja. Waktu ekstra yang Anda dapatkan bisa digunakan untuk beristirahat lebih lama, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga tanpa merasa terbebani oleh cucian piring dan peralatan dapur yang menumpuk.
Selain efisiensi waktu, aspek finansial juga menjadi daya tarik utama mengapa banyak orang mulai beralih ke metode ini. Strategi ini terbukti efektif untuk menghemat uang karena memaksa kita untuk belanja sesuai dengan daftar kebutuhan (shopping list) yang sudah direncanakan. Saat kita belanja tanpa rencana, kita cenderung membeli bahan-bahan impulsif yang akhirnya sering kali membusuk di dalam kuliner karena tidak sempat diolah. Dengan penyiapan makanan yang terukur, setiap bahan yang dibeli pasti akan dikonsumsi, sehingga tidak ada lagi makanan yang terbuang sia-sia (zero food waste).
Secara psikologis, memiliki stok makanan yang sudah siap di dalam kulkas memberikan rasa tenang dan kontrol atas hidup kita. Stres yang biasanya muncul di sore hari karena bingung ingin makan apa (decision fatigue) bisa dihilangkan sepenuhnya. Anda cukup food prep, mengambil wadah yang sudah disiapkan, dan menikmatinya. Selain itu, Anda memiliki kendali penuh atas asupan nutrisi dan kebersihan bahan makanan, sesuatu yang sulit didapatkan jika kita terus-menerus membeli makanan di luar yang kadar garam, gula, dan minyaknya sering kali berlebihan.